Postingan

Menampilkan postingan dengan label Keluarga

Keterampilan Menulis Buat Emak-emak

Gambar
Keterampilan menulis adalah keterampilan menuangkan ide, gagasan, manfaat, cerita atau apapun dalam bentuk tulisan. Itu kalo menurut saya yaa.. keterampilan menulis adalah satu hal, emak-emak adalah hal lainnya yang lebih besar.. hehehe.. Sepertinya ketrampilan menulis ini cukup menantang buat emak-emak, mungkin kalo di ranking, peringkatnya setelah belajar mengemudi yang baik dan benar dijalan raya. No tersinggung ya mak. Menurut pengamatan saya, disuruh menulis itu saja gak mudah, apalagi yang disuruh nulis itu emak-emak, yang notabene, sepengetahuan saya, adalah makhluk yang sangat ahli dan cerdas dalam berkomunikasi secara lisan.. Kalo gak percaya boleh liat video nya ustadz Salim A. Fillah berikut.. hahaha.. tanggung pasti lo semua ketawa ngakak.. Bukan mentertawakan beliau (Salim A. Fillah), tapi pada hakikatnya mentertawakan diri sendiri, karena pasti kite yang emak-emak ini sering berbuat begitu dirumah, terhadap suami..  Saya akui, lebih mudah untuk berbica...

Penyesalan Seorang Istri.....

Gambar
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka. Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yan...

Curhat Pria Jagakarsa yang Gantung Diri Live di Facebook

Gambar
Jakarta - Seorang pria tewas setelah gantung diri dengan merekam video live di Facebook. Pria tersebut berdomisili di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dalam videonya, pria yang mengaku bernama Indra ini sempat curhat sebelum meninggal. Dia mengaku ditinggal seorang istri yang sudah 13 tahun dinikahinya. Kejadian bunuh diri ini dikonfirmasi oleh Humas Polsek Jagakarsa Aiptu Khairul. Sang pria ditemukan dalam kondisi tewas dan diduga pemicunya karena cekcok dengan istri. Berikut curhatan Indra dalam video sebelum dia melakukan aksi bunuh diri sambil live di Facebook: Nama gue Indra, gue punya istri namanya (Indra menyebut lengkap nama seseorang, redaksi memutuskan untuk tidak mengutip nama tersebut) yang notabene udah 13 tahun gue nikahin. Gue cinta mati sama dia, ya nggak tahu kenapa emang pun jodohnya juga kali sekarang. Jadi sekarang dia pergi nggak tahu ke mana ninggalin gue sama anak-anak. Susah juga sih jelasinnya gue. Gue sekarang pun nggak tahu mau apa, ...

Indra Suka Bicara Politik dan Curhat Biaya Hidup ke Tukang Nasgor

Gambar
  Jakarta - Pahinggar Indrawan alias Indra yang bunuh diri sambil live di Facebook sering membeli nasi goreng di dekat rumahnya. Indra pun kerap curhat ke tukang nasi goreng. "Sering makan di sini ngobrol. Kalau makan jam 22.00 WIB abis narik," kata sang penjual nasi goreng, Rama (20) saat berbincang dengan detikcom di kompleks tempat tinggal Indra di Jl Kemenyan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (17/3/2017) malam. Saat membeli nasi goreng, Indra juga diketahui kerap curhat tentang kehidupan ekonominya. Pria yang berprofesi sebagai sopir itu pun sering mengeluhkan tentang jumlah penumpangnya yang kadang-kadang sepi kepada Rama. "Orangnya baik, ramah, suka becanda. Seneng ngomongin politik. Ngeluh masalah narik dan biaya hidup. Kayak, 'narik sepi ujan mulu bang'," ujar Rama seraya mencontohkan omongan Indra. Rama sendiri mengaku kaget mendengar berita meninggalnya Indra. Sebab dua hari lalu, Indra sempat bergurau dengan Rama selepas...

Heritage

Gambar
  H ari ini dapat 'ping' BBM dari keluarga dekat, masih kakak perempuan abi (suami saya).. Ngajakin gabung di grup keluarga named "Cucu Sahilin".   Itu berarti grup ini berisi 'family tree' tentang cucu 'nek anang' Sahilin.. Ya.. perkenalkan itulah nama nenek lanang (kakek) kami dari abinya. Beliau sudah meninggal tahun 2008 yang lalu (kalau saya tidak salah ingat). Menurut cerita abi, Nek Anang ini orangnya disiplin, tegas tapi tetap bisa menunjukkan rasa sayang dengan cucunya, terutama dengan abi Izzah, karena itu yang abi rasakan. Mungkin karena didikan Nek Anang yang berkesan di hati anak-anak dan cucu-nya inilah yang membuat keinginan kuat dari anaknya untuk berinisiatif mengabadikan (kalau boleh dikatakan klan) Sahilin. Untuk mengingatkan kepada anak dan cucu serta cicit keturunan nantinya, tentang siapa nenek moyang mereka, siapa keturunan mereka, dan siapa keluarga besar mereka. Hal ini menarik, mengingat pola hidup perkotaan sekarang, yan...

Iko "A" Iko "BA"....

Gambar
Anak adalah anugerah-Nya, anugerah amat bernilai... Tapi ia harus dikasihi, disayangi, di didik sesuai usia... Semua sepakat kan??? Iyalah... Dimana-mana anak itu cerminan orang tua, itu kerasa sekali setelah kita punya anak. Kemaren-kemaren mungkin kita berfikir itu hanya jargon, kata-kata yang emang udah ada sejak dulu... Eh, kalo sudah punya anak ternyata serrruuu!! Ketika mereka bilang kata-kata yang menurut kita aneh, salah penempatan, jadi arti dan maknanya juga ikut salah, tapi cara pengucapannya benar..kita bingung mau ngapain??? marahkah? ketawa? atau ngapain? Misalnya nih, Izzah sering sekali menuruti kata-kata yang berseliweran di telinganya, gak tahu dari siapa saja, tapi ketika dia menangkap kata-kata itu, maka sadar atau gak, suatu ketika pasti diulanginya lagi dengan muatan yang berbeda. Suatu kali, ada kakak sepupunya datang ke rumah dan cerita-ceriti...??... Cerita tentang kakaknya yang kecapekan sehingga tidak bisa membantu dalam pekerjaan rumah... Dia sadar sep...

Apakah Suami Isteri Berkumpul di Sorga?

Assalamu'alaikum... Apa kabar bu?? aku mau sharing sedikit nih, pernah ngebaca postingan pertanyaan diinternet. kira-kira begini pertanyaannya:  suami istri apabila kelak sudah meninggal dunia apakah status mereka tetap sebagai suami istri?. Karena kata si ibu yang bertanya, bahwa suaminya pernah mengatakan (dan dalam Al Qur'an) pun kita pernah membaca, bahwa ketika kita meninggal dunia maka (in sya Allah) masuk syurga, yang akan mendampingi nanti adalah para bidadari, lalu kemana si istri?? padahal selama hidup didunia, istri selalu setia dengan suami dan berusaha menjadi istri yang solehah?? Dan jawaban ustadznya seru juga sih.. bahwa: Pertama-tama perlu diketahui bahwa laki-laki dan wanita, suami dan isteri memiliki peluang sama untuk masuk ke dalam  syurga. Selama ia beriman, beramal salih, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya, niscaya ia diberikan kebahagiaan di dunia dan ganjaran terbaik di akhirat (Lihat QS an-Nahl: 97). "Apa...